بسم الله الرحمن الرحيم
latar belakang
strada (p 150 se strada, atau disebut juga ps strada) bagi kalangan pengguna vespa termasuk motor muda, meskipun demikian jika dilihat secara umum motor berumur 20 tahun jelas termasuk motor tua.
pada umumnya semakin tua usia peralatan dapat dipastikan semakin rawan kerusakan, demikianlah yang terjadi pada strada kesayanganku, bagian mesin sih oke-oke saja, dalam artian beberapa bagian yang loyo dapat diatasi dengan mudah dan cukup murah, namun pada bagian kelistrikan selalu saja bermasalah.
sekali diperbaiki beberapa bulan atau bahkan nenerapa minggu kemudian rusak lagi, diperbaiki nggak lama kemudian rusak lagi.
sumber masalah
pemilik sebelumnya atau montir yang menangani sebelumnya aku kira adalah seorang yang suka praktis, pada beberapa bagian yang bermasalah dijumper untuk mengatasinya, aku menemukan belasan jumper di panel depan (di bagian konektor speedo), di main terminal (di bawah hidung vespa), di konektor belakang (di tepong kiri) dan bahkan di dalam body (di bawah tangki).
jumper memang praktis dan mudah, tapi sekaligus juga merusak kabel body, untuk jangka panjang pasti menimbulkan masalah seperti yang aku alami ini.
seorang montir yang baik tentu nggak boleh menjumper tanpa perhitungan sehingga akan menimbulkan masalah baru sebagai akibat dari penanganannya.
dokumen resmi vespa tentang kabel body strada sama sekali nggak ada, bahkan dari sumber-sumber lain juga nggak dapat ditemukan, tapi secara umum sama dengan kabel body excel, excel 200, exclusive atau spartan (jauh sekali bedanya jika dibandingkan dengan super dan sprint, apalagi dengan smallframe ).
meskipun kabel body kompatibel tetapi pada strada menerapkan kelistrikan ac, sedangkan pada excel, excel 200, exclusive dan spartan menerapkan half wave dc.
kabel body imitasi untuk tipe ini ada di pasaran dengan harga sekitar 300an rb, belum termasuk ongkos pemasangan, tapi sayangnya kualitasnya terlalu jelek, baik kualitas kabel maupun kualitas terminalnya benar-benar mengerikan.
solusi
awalnya terfikir untuk membuat sendiri kabel body, aku kira nggak terlalu sulit kok, tapi masalahnya sekarang aku nggak tinggal di kota besar dan dengan sendirinya sulit juga mencari kabel dan terminal dengan kualitas yang aku inginkan.
seandainya jadi dilaksanakan akan menghabiskan biaya sekitar 250an rb, tapi karena beberapa hal aku nggak realisasikan rencana ini.
full wave regulated dc
ide yang berikutnya segera terlintas adalah merombak total sistem kelistrikan, artinya merancang sendiri dari nol.
karena merancang sendiri dari awal maka aku justru merasa nggak terikat dengan wiring diagram standar vespa jenis apapun, karena itu aku merasa lebih baik membangun sistem kelistrikan full wave dengan arus yang terregulasi (regulated).
perombakan diawali dari spul, aslinya salah satu terminal spul dihubungkan ke massa (body), sedangan satunya lagi dijadikan sumber tenaga bagi seluruh kelistrikan, nah di sini kedua ujung spul aku bikin floated (nggak terhubung ke massa) untuk dihubungkan ke bridge dioda (10 ampere), nah keluaran negatif dari bridge inilah yang aku hubungkan ke massa, sedangkan keluaran positif masuk ke regulator 14,3 volt (+/- 0.3v), yang kemudian menjadi sumber tenaga sistem secara keseluruhan (termasuk untuk mengisi aki).
light emiting dioda
aku ingin menerapkan led pada keseluruhan sistem, baik pada panel (speedo), lampu depan (head lamp), pilot, blinker (riting), tail lamp maupun brake. semuanya bisa menggunakan led standar yang murah dan mudah di dapat di sembarang toko elektronik kecuali untuk headlamp yang ternyata nggak ada yang jual di sini sehingga sementara masih tetap menggunakan headlamp bawaan. mungkin nanti kalo sempat ke surabaya aku ingin beli led luxeon, aku kira yang warm white 10 watt sudah cukup terang kok, sama sekali nggak perlu yang cree.
kabel, konektor dan terminal
untuk kabel aku mencari ribbon yang 10 jalur, tapi ternyata nggak ada :( hanya tersedia 6 jalur, ya sudah aku beli 10 meter ribbon, maksudku nanti aku potong 4 meteran dua potong didobel untuk jalur utama (jadi 2x6=12 jalur), sedangkan untuk menangani arus besar dari regulator ke switch kontak serta dari switch kontak ke seluruh sistem aku pakai kabel body pesawat terbang yang meskipun bentuknya kecil tapi cukup handal. sisa ribbon yang 2 meter aku cadangkan untuk menangani perkabelan di speedo dan switch. konektor untuk fuel gauge, oil sensor dan neutral indicator mengambil dari kabel body lama. sedangkan main terminal (di bawah hidung) aku bikin dari pcb matrix ukuran 30x60 dot, jadi nggak pake soket tetapi disolder. konektor di tepong kiri aku buang, aku ganti dengan pcb matrix juga, jadi ada dua terminal (depan dan tepong), keduanya dilengkapi dengan indikator led.
jalur utama
jalur pada kabel body meliputi :
- unregulated, yakni jalur dari bridge menuju switch head lamp, sementara ini masih belum sempat membeli lampu led luxeon, nantinya bisa ditiadakan.
- vcc in, yakni jalur tegangan positif dari regulator sebelum switch kontak.
- vcc out, yakni jalur supply utama keseluruhan sistem (kecuali fuel indicator yang terhubung langsung ke vcc in, jadi bensin tetap terpantau meskipun kontak dalam posisi off.
- engine kill, yakni jalur yang menghubungkan switch kontak dengan cdi.
- neutral, yakni jalur yang menghubungkan neutral indicator (hijau) dengan bak persneling.
- oil, yakni jalur yang menghubungkan oil indicator (merah) dengan
- fuel, yakni jalur yang menghubungkan fuel gauge dengan fuel floated sensor
- tail, yakni jalur yang menghubungkan tail lamp dengan head lamp switch
- brake, yakni jalur yang menghubungkan brake lamp dengan brake switch.
- r-blinker, yakni jalur riting kanan
- l-blinker, yakni jalur riting kiri
- flasher, yakni jalur yang menghubungkan flasher dengan blinker/hazard switch.
- nc
- nc
- nc
kabel ribbon digunakan untuk 12 jalur yang terakhir, sementara itu karena akan dilalui arus besar maka tiga jalur pertama (unregulated, vcc in, vcc out) tidak melalui kabel ribbon, tetapi menggunakan kabel terpisah, jalur vcc in dan out mungkin masih bisa dipaksakan memanfaatkan ribbon, tetapi jalur unregulated tidak mungkin, perhitungannya jika headlamp standar memakan daya 38 watt maka arus yang lewat sebesar 38/12=3.2 ampere, kecuali jika menggunakan luxeon 10 watt maka arusnya hanya 10/12=0.83 ampere
tiga jalur terakhir not connected (nc) dicadangkan untuk keperluan lain, mungkin untuk jalur audio atau mungkin sensor apalah nanti.
oia, urutan kabel ini nggak baku, artinya bisa saja diubah sesuai selera, tapi sebaiknya urutan kabel di terminal depan dan belakang sama untuk memudahkan lankgkah selanjutnya.
digital terapan
sebenarnya terfikir juga untuk menerapkan teknologi digital di strada, misalnya dengan mengaplikasikan dua buah microprocessor/microcontroller (di hidung dan di tepong), keduanya cukup dihubungkan dengan usb, cara seperti ini juga nggak terlalu sulit untuk diterapkan, sayangnya harga microprocessor juga nggak murah, kecuali jika beli dalam jumlah banyak (misalnya untuk produk massal), dan nggak masuk akal jika diterapkan untuk satu unit motor saja, selain itu di daerah ini nggak bakalan ada toko yang jual.
cara lain adalah menggunakan ttl (transistor transistor logic), tapi akan ribet dan malah nggak efektif untuk penanganan fungsi-fungsi sederhana, jadi terapan digital aku abaikan dari proyek ini.
pelaksanaan
setelah memutuskan untuk menerapkan elektronik konvensional untuk dasar sistem tinggal pelaksanaannya.
- mencatat barang yang harus dibeli dan kemudian pergi belanja, kabel, pcb, bridge, regulator kit (bukan regulator standar vespa, tapi bikin sendiri), led untuk panel, blinker, tail, brake.
- melepas semua koneksi kabel body, lokasikan di bawah area tangki.
- mengikat bagian tengah kabel body dengan ujung kabel ribbon + kabel vcc (selanjutnya disebut ribbon saja), rapikan dengan isolasi.
- tarik kabel body ke depan, pelan-pelan saja karena kabel body akan "menyeret" kabel ribbon, jadi harus hati-hati.
- setelah ujung kabel ribbon nongol kira-kira 10 cm lepaskan bungkus isolasi dan juga ikatannya.
- lanjutkan menarik kabel body sampai keluar seluruhnya tanpa menyeret kabel ribbon.
- solder semua jalur di ujung kabel ke pcb matrix.
- ikat kabel ke pcb dengan kabel tie (biasa disebut tali krek), lokasi yang di ikat kira-kira 2 cm dari ujung kabel, ikatannya harus benar-benar solid, tujuannya agar kabel tidak sering tertekuk atau goyah yang akan mengakibatkan patahnya ujung kabel di dekat solderan.
- keluarkan ujung belakang ribbon ke tepong kiri.
- ulangi langkah penyolderan dan pengikatan kabel di ujung ini. jika sudah selesai maka artinya dua terminal sudah siap, sebut saja terminal depan dan terminal belakang.
- selanjutnya adalah menghubungkan terminal depan ke switch kontak. kemudian terminal depan ke switch kanan (horn, hi-beam, head lamp switches). lanjutkan terminal depan ke switch kiri (r-l blinker switch) dan front r-l blinker. kemudian menghubungkan terminal depan ke dashboard (semua indicator panel, fuel gauge). periksa semua sambungan dan kinerja switch. jika sudah meyakinkan tutup kembali totok dan hidung. selesai sudah pekerjaan bagian depan.
- pekerjaan bagian belakang dimulai dari penyambungan terminal belakang ke brake dan tail lamp, selanjutnya terminal belakang ke rear r-l blinker, kemudian terminal belakang ke oil sensor, fuel floating sensor, cdi kill dan bak persneling dan flasher, oia khusus untuk flasher harus menggunakan flasher jenis elektrik yang menggunakan transistor atau tyristor sebagai pemutus, jika masih menggunakan flasher standar vespa yang pemutusnya menggunakan relay jelas nggak akan mau bekerja sama dengan led.
- setelah selesai tinggal menyelesaikan masalah power supply, bongkar magnet dan perhatikan sambungan spulnya, karena ada tipe yang memisahkan jalur lampu dan jalur listrik dan ada yang dijadikan satu, kalau versi yang menyatu cukup diputuskan ujung spul yang terhubung ke massa stator kemudian kedua ujung spul dihubungkan dengan bridge, tapi jika ternyata versi terpisah maka ujung-ujung spul yang terhubung massa stator harus diangkat, masing-masing spul terhubung dengan satu bridge yang terpisah, kaluaran dari bridge baru dihubungkan secara parallel, negatifnya dihubungkan ke massa dan positifnya sebagai unregulated vcc, beda potensial pada versi menyatu maupun versi terpisah hampir sama, pada rpm rendah sekitar 13 volt, tapi pada rpm tinggi bisa di atas 20 volt atau bahkan mendekati 30 volt, karena itulah maka keluaran dari bridge di"halus"kan dengan regulator untuk menghasilkan tegangan keluaran stabil 14,3 volt.
- selesai urusan power supply cek dulu keluaran bridge dan keluaran regulator, jika oke maka kipas dan tepong kanan bisa ditutup kembali.
- terakhir adalah menyambungkan unregulated vcc dan regulated vcc dan aki ke terminal belakang, uji seluruh sistem, switch, lampu, indikator, pokoknya semuanya, jika oke tinggal pasang tepong kiri, kembalikan tangki dan jok, selesai sudah.
selanjutnya jika ada waktu tinggal mencarikan luxeon maka sempurnalah sudah proyek ini.
biaya
ribbon cable___________________10x2.500_________25.000
bridge 5a_______________________2x5.000_________10.000
pcb matrix______________________2x5.000_________10.000
regulator kit___________________1x45.000_________45.000
elco 10.000u___________________2x11.000_________22.000
led dan resistor__________________________________20.000
lain-lain__________________________________________8.000
total__________________________________________140.000
note: jika ada kesalahan ketik atau ada ide mohon sukalah memberitahukan melalui link ini atau ke facebookku
حق السيد عبد الشكور